Langsung ke konten utama

Episode 1 Pangandaran Beach


PANTAI PANGANDARAN, iya itu adalah salah satu pantai yang indah yang ada di Indonesia, tepatnya kurang lebih 92 km arah selatan dari kota ciamis. Disanalah perjalanan backpakerku dimulai, atau lebih bisa disebut liburan keluarga, karena aku pergi kesana bersama keluargaku. Tapi tidak apa, karena impianku adalah berjalan-jalan mengunjungi banyak tempat, banyak orang, lalu menuliskannya dan menuangkannya kedalam sebuah tulisan yang dimana nantinya akan menjadi salah satu memory memory perjalanan hidupku.

Tidak banyak yang aku lakukan disana, dikarenakan kebiasaanku yang suka jet lag bila berpergian jauh –entah apakah aku pantas menjadi backpacker atau tidak- namun ada beberapa tempat yang sempat aku kunjungi disana sebelum aku terkulai lemah di kasur yang nyaman di penginapan.

Tempat pertama yang aku kunjungi tentu saja adalah pantainya, pantai Pangandaran di sore hari yang memancarkan keindahan tiada tara sepanjang mata memandang, suara deburan ombak, desir pasir pantai, suara riang orang-orang yang sedang bermain di pantai dan dilaut, suara mesin kapal nelayan, semua itu membuat hatiku tenang. Aku coba menelusuri pinggiran pantai, disitu aku mendapatkan kepiting kecil –entahlah apa itu nama aslinya- yang sedang berjalan menyamping lalu menggali lubang untuk menyembunyikan dirinya, lalu sisa-sisa kerang laut, serpihan karang yang terbawa oleh ombak, dan pastinya air lalut yang membuat kakiku terombang-ambing di pesisir pantai –atau pesisir laut ?-

Sesampainya di ujung pantai –memangnya ada ujungnya ?- aku menaiki perahu nelayan yang menawarkanku untuk melihat-lihat taman bawah laut yang di dalamnya terdapat karang-karang nan indah, ikan-ikan laut yang berenang kesana kemari, dan anemo-anemo yang bergoyang-goyang karena ombak –emang ada ya ?-. Lalu setelah dari taman bawah laut aku menuju pantai pasir putih, disana terdapat kumpulan kera-kera atau kalian boleh menyebutnya teman-teman lamaku yang sedang bermain, lari kesana kemari, menjahili wisatawan –siapa yang ngajarin jail ?- dan tetntunya pasir-pasir yang berwarna putih. Setelah itu aku melanjutkan perjalanan menuju goa jepang dekat pantai pasir putih lalu menuju kedalam hutan dan disana aku menemukan seekor rusa yang sedang menyeberang jalan lalu bersembunyi di dalam semak semak, lalu menuju goa lanang yang ternyata di goa lanang itu jika memotret tidak boleh memakai sandal tetapi harus memkai kamera –ya iyalah !!- dan katanya di goa lanang itu terdapat skalaktit-sklaktit yang berada di langit-langit gua, namun aku tidak sempat pergi kesana dikarenakan sudah sore dan aku mulai lelah.

Setelah berlelah-lelah berjalan-jalan di dalam hutan, aku pun keluar dari hutan dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke penguinapan, di dalam perjalan pulang aku menemukan orang yang sedang dikubur di pasir dengan wajah yang menghadap ke langit namun tidak ikut ditutupi leh pasir, dalam benakku aku ingin bertanya kepada teman-temannya yang sedang berada di samping orang yang sedang dikubur didalam pasir “Bolehkan aku melangkahi orang ini ?”, namun pastinya aku tidak menanyakan dan melakukan hal itu, pastinya itu hal yang sangat bodoh. Dan saat itu tepat pada waktu dimana matahari akan tebenam, niatku untuk beristirahat ke hotel pun batal, akhirnya aku duduk di pinggiran pantai beralaskan sandalku yang aku teteng-teteng saat pertama kali datang ke pantai. Aku pun menunggu saat-saat dimana matahari terbenam atau istilah kerennya SUNSET itu tiba. Dan memang benar, sunset itu memang benar-benar indah, sangat indah, aku pun tidak dapat menahan lengkungan senyum yang menyerang di bibirku. Dan suatu saat, aku akan melihatnya bersama orang-orang yang aku sayangi.

Terima kasih Pangandaran Beach.

Komentar

Postingan populer dari blog ini